Sabtu, 21 Desember 2013

catatan kaki mengenai pemeriksaan akuntasi




Tugas Bahasa Indonesia II

KATA PENGANTAR
         

Puji syukur saya ucapkan atas kehadirat Allah SWT, karena dengan rahmat dan karunia-Nya saya masih diberi kesempatan untuk menyelesaikan makalah ini.Karena berkat rahmat-Nya penulis bisa menyelesaikan makalah yang berjudul Catatan Kaki dan Kutipan mengenai Pemeriksaan Akuntansi.Makalah ini diajukan guna memenuhi tugas mata kuliah Bahasa Indonesia II.
Semoga makalah ini dapat memberikan wawasan yang lebih luas kepada pembaca.Penulis menyadari bahwa dalam penulisan makalah ini masih banyak kekurangan, oleh sebab itu penulis sangat mengharapkan kritik dan saran yang membangun.
Akhir kata semoga makalah ini dapat memberikan manfaat kepada kita sekalian. Terima Kasih .

                                                                            Bekasi, Desember 2013
                                                                                          Penulis
                                                                               Dini Nurhayati

BAB I
PENDAHULUAN

1.1  Latar Belakang Masalah

Dalam sebuah bisnis maupun perekonomian, suatu audit menjadi sebuah hal yang sangat penting sekali, kenapa? karena audit ini dapat memberikan kepercayaan yang lebih kepada para pihak yang berkepentingan, misalkan saja di dalam suatu perusahaan, suatu audit akan sangat dibutuhkan oleh para pemegang saham untuk melihat kondisi ataupun memantau perkembangan perusahaan yang menjadi hak milik para pemegang saham tanpa intervensi dari pihak pihak manajemen atau karyawaan perusahaan, untuk lebih jelasnya silahkan kalian baca artikel yang ada dibawah ini.

Auditing adalah suatu proses dengan apa seseorang yang mampu dan independen dapat menghimpun dan mengevaluasi bukti-bukti dari keterangan yang terukur dari suatu kesatuan ekonomi dengan tujuan untuk mempertimbangkan dan melaporkan tingkat kesesuaian dari keterangan yang terukur tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan. Untuk melaksanakan suatu audit atau pemeriksaan, selalu diperlukan keterangan dalam bentuk yang dapat dibuktikan dan standar-standar atau kriteria yang dapat dipakai oleh auditor sebagai pegangan untuk mengevaluasi keterangan tersebut.

Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, anke, proses, atau produk.Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor. Tujuannya adalah untuk melakukan verifikasi bahwa subjek dari audit telah diselesaikan atau berjalan sesuai dengan standar, regulasi, dan praktik yang telah disetujui dan diterima.


1.2  Rumusan Masalah
Berdasarkan uraian Latar Belakang yang telah dikemukakan sebelumnya, maka rumusan masalah dalam penelitian ini adalah sebagai berikut :
1.     Bagaimana ruang lingkup Akuntansi Forensik yang dikemukakan oleh beberapa para ahli?
2.    Mencari tahu hubungan antara Akuntansi Forensik dengan Fraud?

1.3  Tujuan Penulisan
Berdasarkan Rumusan Masalah diatas, maka Tujuan Penulisan ialah :
1.     Mengetahui informasi mengenai audit
2.    Mengetahui langkah-langkah dalam melakukan audit
3.    Mengetahui jenis-jenis dan tahapan dalam audit

BAB II
PEMBAHASAN


2.1  Rangkuman Audit

Audit atau pemeriksaan dalam arti luas bermakna evaluasi terhadap suatu organisasi, sistem, proses, atau produk.Audit dilaksanakan oleh pihak yang kompeten, objektif, dan tidak memihak, yang disebut auditor.

Ada beberapa pengertian audit yang diberikan oleh beberapa ahli di bidang akuntansi, antara lain:

Pengertian Auditing menurut(Whittington, O. Ray dan Kurt Pann , 2012:4) , auditing adalah: “Auditing is an examination of a company’s financial statements by a firm of independent public accountants. The audit consists of a searching investigation of the accounting records and other evidence supporting those financial statements. By obtaining an understanding of the company’s internal control, and by inspecting documents, observing of assets, making enquires within and outside the company, and performing other auditing procedures, the auditors will gather the evidence necessary to determine whether the financial statements provide a fair and reasonably complete picture of the company’s financial position and its activities during the period being audited”.
TERJEMAHAN :
"Audit adalah pemeriksaan laporan keuangan perusahaan oleh perusahaan akuntan publik yang independen. Audit terdiri dari penyelidikan mencari catatan akuntansi dan bukti lain yang mendukung laporan keuangan tersebut. Dengan memperoleh pemahaman tentang pengendalian internal perusahaan, dan dengan memeriksa dokumen, mengamati aset, membuat bertanya dalam dan di luar perusahaan, dan melakukan prosedur audit lain, auditor akan mengumpulkan bukti yang diperlukan untuk menentukan apakah laporan keuangan menyediakan adil dan cukup melengkapi gambaran posisi keuangan perusahaan dan kegiatan selama periode yang diaudit”

Menurut Mulyadi :
“Suatu proses sistematik untuk memperoleh dan mengevaluasi bukti secara obyektif mengenai pernyataan-pernyataan tentang kegiatan dan kejadian ekonomi, dengan tujuan untuk menetapkan tingkat kesesuaian antara pernyataan-pernyataan tersebut dengan kriteria yang telah ditetapkan, serta penyampaian haisl-hasilnya kepada pemakai yang berkepentingan”.

Pengertian Auditing Menurut (Sukrisno Agoes , 1996:1), auditing adalah :
“Suatu pemeriksaan yang dilakukan secara kritis dan sistematis, oleh pihak yang independen, terhadap laporan keuangan yang telah disusun oleh pihak manajemen beserta catatan-catatan pembukuan dan bukti-bukti pendukungnya, dengan tujuan untuk dapat memberikan pedapat mengenai laporan kewajaran laporan keuangan tersebut”.

Pengertian auditing menurut William F. Meisser, Jr (Auditing and Assurance Service, A Systematic Approach, 2003:8) auditing adalah:
 “Proses yang sistematik dengan tujuan mengevaluasi bukti mengenai tindakan dan kejadian ekonomi untuk memastikan tingkat kesesuaian antara penugasan dan kriteria yang telah ditetapkan, hasil dari penugasan tersebut dikomunikasikan kepada pihak pengguna yang berkepentingan”.

Secara umum pengertian di atas dapat diartikan bahwa audit adalah proses sistematis yang dilakukan oleh orang yang  kompeten dan independen dengan mengumpulkan dan mengevaluasi bahan bukti dan bertujuan memberikan pendapat mengenai kewajaran laporan keuangan tersebut.

Dalam melaksanakan audit faktor-faktor berikut harus diperhatikan:
1.     Dibutuhkan informasi yang dapat diukur dan sejumlah kriteria (standar) yang dapat digunakan sebagai panduan untuk mengevaluasi informasi tersebut,
2.    Penetapan entitas ekonomi dan periode waktu yang diaudit harus jelas untuk menentukan lingkup tanggungjawab auditor,
3.    Bahan bukti harus diperoleh dalam jumlah dan kualitas yang cukup untuk memenuhi tujuan audit,
4.    Kemampuan auditor memahami kriteria yang digunakan serta sikap independen dalam mengumpulkan bahan bukti yang diperlukan untuk mendukung kesimpulan yang akan diambilnya.


PROSEDUR AUDIT
Sebuah prosedur audit[1] merupakan instruksi – instruksi terperinci yang menjelaskan bahan bukti audit yang harus diperoleh selama melaksanakan pengauditan. Misalnya, berikut ini adalah prosedur audit untuk melakukan verifikasi terhadap pengeluaran kas.
·    Dapatkan jurnal pengeluaran kas dan bandingan nama pihak yang menerima pembayaran tersebut (payee), jumlah dan tanggal pada cek yang dibatalkan dengan jurna pengeluaran kas tersebut.

PROGRAM AUDIT
Daftar prosedur audit untuk sebuah area audit atau keseluruhan audit dinamakan program audit. Program audit[2] selalu memuat sebuah daftar prosedur audit dan biasanya mencakup ukuran sampel, unsur – unsur yang akan dipilih dan waktu untuk melaksanakan pengujian tersebut.

KETEPATAN BUKTI
Ketepatan bukti[3] merupakan pengukuran terhadap kualitas bahan bukti, yang berarti bahan bukti tersebut relefan dan handal dalam memenuhi tujuan audit untuk kelompok – kelompok transaksi, saldo – saldo akun dan pengungkapan yang terkait. Jika bahan bukti dianggap sangat tepat, akan sangat membantu dalam meyakinkan auditor bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Ketepatan bahan bukti dapat ditingkatkan hanya dengan cara memilih prosedur audit yang paling relevan atau memberikan bahan bukti yang paling andal.

KEANDALAN BUKTI
Keandalan bukti[4] mengacu pada tingkat dimana bahan bukti dapat dipercaya atau layak dipercaya. Jika bukti dianggap meyakinkan akan sangat membantu auditor untuk yakin bahwa laporan keuangan telah disajikan secara wajar. Sebagai contoh, jika seseorang auditor melakukan perhitungan fisik persediaan, bahan bukti tersebut lebih dapat diandalkan daripada jika manajemen yang memberikan hasil perhitungan mereka sendiri pada auditor.
Keandalan, demikian pula dengan ketepatan bergantung pada enam karakteristik keandalan bahan bukti berikut.
1.      Independensi penberi informasi
2.      Efektifitas pengendalian internal klient
3.      Pengetahuan langsung auditor
4.      Kualifikasi individu yang memberikan informasi
5.      Tingkat objektifitas
6.      Ketepatan waktu

PEMERIKSAN FISIK
Pemeriksaan fisik[5]merupakan pemeriksaan atau perhitungan yang dilakukan oleh auditor atas asset berwujud. Terdapat perbedaam dalam pengauditan antara pemeriksaan fisik atas asset, seperti surat – surat berharga dan kas dengan pengujian atas dokumen, msalnya salinan cek dan dokumen penjualan. Jika obyek yang diuji, misalnya sebuah faktur penjualan, tidak memiliki nilai intrinsik, bukti ini disebut dengan dokumentasi. Misalnya, sebelum cek ditandatangani,bilyet ini dinamankan sebuah dokumen, setelah cek ditandatangani bilyet ini menjadi asset untuk istilah pengauditan yang tepat, pemeriksaan atas cek hanya terjadi ketika cek tersebut menjadi asset.

KONFIRMASI
Konfirmasi[6] merupakan jawaban lisan atau tertulis yang diterima darin pihak ketiga yang independen untuk melakukan verifikasi atas akurat informasi yang di minta oleh auditor. Permintaan tersebut di berikan kepada klien dan klien meminta pihak ketiga yang independen untuk menjawab langsung kepada auditor tersebut karen konfirmasi berasal dari sumber independen klien, maka bukti ini sangat dihargai dan sering kali digunakan.

Standar audit menentukan 2 jenis permintaan konfirmasi, yaitu konfirmasi positif dan konfirmasi negatif. Sebuah konfirmasi positif meminta penerima untuk menjawab pertanyaan dalam semua kondisi. Konfirmasi positif dapat meminta penerima untuk memberikan semua informasi (disebut formulir kosong), atau konfirmasi dapat memasukan informasi dan meminta penerima untuk menandai apakah ia setuju atau tidak dengan informasi yang diberikan.


DOKUMENTASI
Dokumentasi[7] merupakan  pemeriksaan auditor atas dokumen – dokumen dan catatan klien untuk membuktikan informasi yang harus, atau sebaiknya, dimasukkan dalam laporan keuangan. Dokumen yang diuji oleh auditor adalah catatan catatan yang digunakan oleh klien untuk memberikan informasi untuk menjalankan usahanya dengan cara yang terstruktur, dan dpat tersaji secara tertulis diatas kertas, dalam bentuk elektronik atau media lainnya.
Dokuemen dapat dibagi kedalam dokumen internal dan dokumen internal. Sebuah dokumen internal telah di siapkan dan digunakan didalam organisasi klien dan disimpan tanpa pernah keluar pihak lain. Dokumen interal[8] termasuk salinan faktur penjualan, catatan waktu kerja karyawan dan laporan persediaan. Sebuah dokumen eksternal[9] ditangani oleh seseorang diluar organisasi klien dan berakhir ditangan klien. Contoh dokumen eksternal adalah tagihan pemasiok, wesel bayar yang dibatalkan, dan polis asuransi yang dibatalkan.
Ketika auditor menggunakan dokumentasi untuk mendukung perlakuaan atas pencatatan atau jumlah, proses ini dinamakan Vouching. Untuk memverifikasi transaksi yang telah tercatat auditor dapat,sebagai contoh, memverifikasi ayat jurnal, pembelian dengan melakukuan pengujian terhadap faktur dari pemasok dan aporan peneriman barang sehingga tujuan keterjadian dapat terpenuhi.

Catatan kaki :

[1]  Prosedur audit  : intruksi terperinci untuk pengumpulan satu jenis bukti audit.

[2] Program audit : prosedur audit untuk sebuah area audit, program audit selalu termasuk prosedur audit dan bisa termasuk ukuran sampel, hal – hal yang dipilih, dan masalah waktu dari tes.

[3] Ketapatan bukti : sebuah ukuran dari kualitas bukti, bukti yang sesuai adalah relevan dan data diandalkan dalam mempertemukan tujuan audit untuk berbagai kelas transaksi, neraca saldo dan pengungkapan terkait.

[4] Keandalan bukti : tingkat ondisi dimana auditor yakin jika bukti sudah mendukung pendapat audit, dua penentu kedekatan itu adalah ketepatan dan kecukupan bukti tersebut.
[5]  Pemeriksaan fisik : pemeriksaan atau perhitungan auditor terhadap asset yang dapat dihitung.

[6]  Komfirmasi : catatan atau resep milik auditor berupa tanggapan lisan atau tulisan dari pihak ketiga yang independen memeriksa keakuratan informasi yang diminta.

[7]  Dokumentasi : pemeriksaan auditor terhadap dokumen dan catatan milik klien untuk member pengesahan terhadap informasi yang masuk atau sebaliknya dimasukan ke dalam laporan keuangan.

[8] Dokumen internal : sebuah dokumen seperti laporan waktu pegawai, yang disiapkan dandigunakan didalam organisasi dari klien.

[9]  Dokumentasi eksternal : sebuah dokumen, seperti struk dari pemasok, yang digunakan oleh pihak luar untuk transaksi yang didokumentasikan dan yang sekarang dimiliki atau didapatkan dengan mudah oleh klien.



BAB III
PENUTUP

3.1  Kesimpulan

Pembuatan laporan auditor adalah langkah terakhir dan paling penting dari keseluruhan proses audit. Secara umum laporan auditor dapat didefinisikan sebagai laporan yang menyatakan pendapat auditor yang independen mengenai kelayakan atau ketepatan pernyataan klien bahwa laporan keuangannya disajikan secara wajar sesuai dengan prinsip-prinsip akuntan yang berlaku umum, yang diterapkan secara konsisten dengan tahun sebelumnya.





Daftar pusaka  :

Agoes, Sukrisno (2011). Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik.Jakarta : Salemba Empat.

Halim, Abdul (1994). Pemeriksaan Akuntansi 1.Depok : Universitas Gunadarma.

Randol J. ELDER. 2011. Audit Jilid 2 , Jakarta : ERLANGGA

Whittington,O.Ray dan Kurt Pany (2012).Principles of Auditing, and Other Assurance Services, 18th Edition,Mc-Graw-Hill,New York,NY.

William F. Messier, dan Margareth Boh. (2003). Auditing and Assurance: A Systematic Approach (3th edition). USA : McGraw-Hill.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar